Sabtu, 15 Desember 2018

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir, Panduan untuk Ibu Baru


Bulan pertama menjadi seorang ibu adalah saat-saat membahagiakan sekaligus membingungkan. Ada begitu banyak cara merawat bayi baru lahir yang tidak dimengerti si ibu baru, mulai dari cara menggendong bayi, posisi menyusui yang nyaman, sampai cara memandikan bayi baru lahir. Ibu baru biasanya takut kalau yang ia lakukan akan menyakiti bayi, mengingat tubuh si buah hati sangat mungil dan tulang-tulangnya masih rapuh.
Laura Jana, M.D., seorang dokter anak dari Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, menulis cara memandikan bayi baru lahir lewat bukunya, Heading Home with Your Newborn:
Cara memandikan bayi baru lahir sebelum tali pusar lepas
Saat bayi akan dibawa pulang dari rumah sakit, biasanya perawat mengingatkan orang tua agar menjaga tali pusar si kecil tetap kering. Mungkin ibu baru akan beranggapan bahwa yang dimaksud adalah menghindarkan tali pusar dari air atau air seni sama sekali. Padahal, maksudnya adalah tidak membiarkan tali pusar tertutup dalam keadaan basah atau lembap, karena akan mengundang tumbuhnya jamur. Tali pusar yang basah sebaiknya dikeringkan dengan saksama sebelum si kecil dipakaikan popok.
Menurut Laura, bayi yang tali pusarnya belum lepas sebaiknya dimandikan menggunakan waslap basah. Fokuskan perhatian pada area popok serta bagian belakang telinga dan lipatan leher. Kedua area yang disebut terakhir ini adalah tempat berkumpulnya susu dan air liur yang mengalir keluar dari mulut bayi.
Cara memandikan bayi baru lahir setelah tali pusar lepas
Kini, si kecil bisa mulai dimandikan di bak mandi khusus bayi. Perlu trik agar acara mandi berlangsung singkat (supaya bayi tidak kedinginan) namun efisien. Berikut langkah-langkahnya:
1. Peralatan mandi harus dipersiapkan terlebih dahulu
Mulai dari bak mandi yang sudah diisi air hangat, waslap, sabun dan sampo bayi, handuk, bedak, popok, minyak telon, hingga pakaiannya, harus dipastikan sudah terkumpul di dekat Moms. Sebab, kalau Moms bolak-balik mengambil peralatan-peralatan mandi tersebut, si kecil jadi ditinggalkan tanpa pengawasan dan merasa kedinginan.
2. Alas antislip
Alas antislip perlu diletakkan dimana-mana, mulai dari permukaan bak mandi bayi  hingga di sekelilingnya. Untuk permukaan bak mandi bayi, gunakan handuk besar yang sudah dilipat-lipat dan letakkan di dasar bak sebelum bak diisi air hangat. Hal ini berguna untuk mencegah risiko bayi ‘tenggelam’ saat terlepas dari pegangan Moms. Sebab, kulit bayi saat basah sangat licin. Untuk di sekitar bak mandi bayi, Moms bisa meletakkan handuk lebar untuk mencegah permukaan lantai licin karena tumpahan air mandi.
3. Basuh mulai dari wajah hingga kaki
Inilah langkah pokok dalam memandikan bayi. Dalam bukunya, Laura menjelaskan sebagai berikut: Sangga kepala dan leher bayi dengan satu tangan, kemudian mandikan bayi dengan tangan yang lain. Mulailah membasuh bagian wajahnya (dahi, telinga, pipi, kelopak mata) dengan telapak tangan yang sudah dibasahi air. Selanjutnya, gunakan waslap yang sudah diberi sabun untuk membersihkan area leher, perut, tangan, kaki, hingga bokong dan kemaluannya.
4. Terakhir, bersihkan kepalanya dan beri sampo. Bilas segera dengan cara mengusap-usap sisa sabun dan sampo dengan telapak tangan Moms yang sudah dibasahi air. Kemudian, angkat tubuh si kecil dari bak mandi, bungkus dengan handuk, dan keringkan. Bayi Moms siap dipakaikan baju!
Mudah-mudahan panduan cara mengurus bayi baru lahir ini bisa membantu Moms sebagai ibu baru, ya, Moms. 

Sumber https://www.orami.co.id/magazine/cara-memandikan-bayi-baru-lahir-panduan-untuk-ibu-baru/
 http://unair.ac.id/
https://unej.ac.id/
http://stikesdrsoebandi.ac.id/
 http://unpad.ac.id/
https://ppni-inna.org/

Kamis, 13 Desember 2018

Bahayakah Makan Roti Berjamur atau Expired?

Bahayakah Makan Roti Berjamur?

Oleh Risa Kosasih pada 01 Nov 2015, 08:00 WIB
Liputan6.com, Washington - Ketika Anda melihat jamur di roti, sebetulnya Anda hanya melihat puncak gunung es. Jangan sekali-kali memakan roti tersebut hanya dengan membuang bagian kecil yang berjamur.

Bisa dikatakan jamur memiliki benang panjang seperti akar yang tertanam pada makanan dan "Anda mungkin tidak tahu seberapa jauh itu (jamur) telah dihilangkan," kata Marianne H. Gravely, seorang pendidik dari Departemen Keamanan Pangan Pertanian (USDA) dan Layanan Pengawasan Amerika Serikat.

USDA merekomendasikan untuk membuang roti dan makanan lain yang dipanggang bila telah berjamur, karena jamur mikroskopis dapat menyebabkan reaksi alergi dan masalah pernapasan pada beberapa orang.

Beberapa jamur, dalam kondisi tertentu, dapat menghasilkan zat berbahaya yang disebut mikotoksin. Dampak paling buruk dari zat ini adalah aflatoksin, yang dapat menyebabkan kanker hati dan ditemukan terutama dalam kacang serta jagung saat panen dan penyimpanan di lumbung.

Tapi, konsumen di AS bisa lega karena jamur tersebut dipantau oleh badan-badan pemerintah. Dikutip dari New York Times, Minggu (1/11/2015) sore, Gravely mengatakan lagi bahwa jika Anda ingin mempertahankan beberapa roti,  Gravely menyarankan untuk memotong sebagian besar area yang mengelilingi jamur dengan margin yang sehat untuk memastikan Anda membuang semua bagiand dari jamur.

Namun, periksa seluruh bagian roti dengan hati-hati karena mungkin ada lebih banyak jamur yang tak terlihat. Jamur merupakan indikasi roti mungkin telah disimpan terlalu lama dan lewat dari batas konsumsi. Makanan yang berjamur juga mungkin memiliki bakteri yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

USDA umumnya merekomendasikan membuang sebagian besar makanan yang berjamur, kecuali makanan yang sengaja difermentasikan contohnya salami dan keju. Tapi kalau jamur muncul belakangan, bukan berasal dari bahan pembuat makanan tersebut, sebaiknya dibuang.

Jangan pernah mengendus jamur yang Anda lihat pada makanan, karena dapat menyebabkan masalah pernapasan jika spora jamur terhirup. Bungkus makanan berjamur dalam kantong plastik sebelum membuangnya, lalu membuangnya di tempat sampah yang punya tutup.

Bersihkan area di mana makanan itu disimpan dan memeriksa makanan lain di dekatnya untuk melihat apakah mereka telah terkontaminasi. Pasalnya, jamur dapat menyebar dengan mudah melalui udara atau kontak dengan makanan yang terkontaminasi.


Sumber https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/2353547/bahayakah-makan-roti-berjamur